GERAKAN PEMBERDAYAAN BUKAN POLITIK, TAPI MIRIP
Oleh: Marwani, ST [Ketua TPK PNPM – MP
(Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan)
Desa Seppang Kec. Ujung Loe
Pemberdayaan merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat, disebabkan oleh ketidakberdayaan mereka mengelola sumber daya alam lokal, untuk mengembangkan potensi diri untuk menjadi masyarakat terampil, peluangnya sangat kecil dan terbatas, jika elemen pemerintah dan legislator tidak menjembatani hal itu. Pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat adalah cita-cita bersama, namun tidak bisa kita pungkiri bahwa diselah-selah gerakan pemberdayaan juga ada kekisruhan yang disebabkan oleh bias-bias politik. Penyadaran masyarakat terhadap pemberdayaan kurang mengakar sementara waktu jedah pilkada sangat sempit (artinya dari pemilu legislatif ke pemilu Presiden lalu ke Pilkada tingkat I dan II kemudian ke Pilkades itu tidak memberikan limit waktu yang lama). Dengan fenomena ini, masyarakat memahami bahwa siapapun yang datang melakukan gerakan pemberdayaan itu sangat terkait atau tidak terpisahkan dengan namanya politik untuk mendapatkan kekuasaan.
Masyarakat menjadi tumbal politik, manakalah masyarakat tidak sadar akan ketidakberdayaan mereka di dalam membangun potensi lokal wilayahnya. Begitu pula pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) sangat penting karena menjadi harapan bangsa ke depan. Proses pelibatan masyarakat dalam gerakan pemberdayaan menjadi salah satu jalan untuk mencetak generasi yang handal dan mampu eksis di tengah persaingan globalisasi dunia. Mentalitas generasi mudah Indonesia untuk tampil ditengah persaingan dunia yang sangat ketat masih diragukan, Minat masyarakat untuk terjun dalam gerakan pemberdayaan utamanya generasi mudah, masih sangat rendah.
Sebuah solusi yang kurang disadari oleh masyarakat bahwa gerakan pemberdayaan akan meyelesaikan sebagian agenda kemiskinan, Namun langkah awal yang perlu dibangun adalah kebersamaan dan kekompakan dengan masyarakat. Kegiatan-kegiataan pemberdayaan yaitu:
- Pembangunan Fisik
- Pembangunan Ekonomi
- Pembangunan Mental & pengembangan potensi SDM dan
- Bantuan Sosial
Manfaat kegiatan pemberdayaan bukan sesaat tapi berkelanjutan, oleh karena itu semua elemen dalam masyarakat harus menyadari pentingnya kelancaran kegiatan Pemberdayaan sehingga cepat pula dirasakan manfaatnya.
Proses pembelajaran yang bisa didapatkan dalam keterlibatan gerakan pemberdayaan, sangat ditentukan oleh pelaku (personil) gerakan. Oleh karena itu dituntut keseriusan dalam segala tahapan. Setiap tahapan ada hikmah yang dapat dipetik utamanya dalam proses pendewasaan.
Oleh karena itu bedanya antara gerakan Politik merebut kekuasaan dengan gerakan pemberdayaan, kalau politik merebut kekuasan hasilnya adalah menang kalah (ada pihak yang menang dan ada yang kalah) tapi kalau gerakan pemberdayaan yaitu tidak ada pihak yang kalah tapi semua menang, Kenapa penulis mengatakan demikian? Karena setiap langkah dalam melakukan kegiatan pemberdayaan adalah pembelajaran di luar bangku sekolah formal. Jadi Penulis memberikan istilah bahwa gerakan/kegiatan pemberdayaan merupakan sekolah alam. Pelaku gerakan pemberdayaan harus selalu berada dalam suasana belajar. Prinsip belajar “ gembira dan senang menerima pelajaran itu kunci sukses dalam belajar” Apapun yang dialami dalam sekolah alam ini merupakan proses pembelajaran. Contohnya, jika forum yang dihadiri oleh masyarakat, dan ternyata masyarakat mencacimaki/melecehkan pelaku gerakan pemberdayaan, maka itu adalah salah satu pelajaran berharga
Penerima manfaat sangat besar karena dilalui oleh petani berasal di luar Kampung tersebut , pedagang, dan memudahkan mengangkut hasil poertanian dan perkebunan. Namun ada riak-riak pelaksanaan kegiatan yang menegangkan karena adanya pertentangan antara masyarakat dan pelaku kegiatan.
Sesungguhnya harapan penulis, bagaimana agar yang menerima manfaat berterima kasih terhadap pelaku gerakan pemberdayaaan dan jangan mencacimaki lagi serta mendukung kegiatan selanjutnya.