MARWANI, ST; ketua TPK sedang memberikan konsultasi pembuatan buku kas

MARWANI, ST; ketua TPK sedang memberikan konsultasi pembuatan buku kas
Pengurus KSPP SIPATOKKONG dusun Tanah Cella'e diberikan bimbingan oleh ketua TPK desa Seppang

KETUA TPK DESA SEPPANG

KETUA TPK DESA SEPPANG
MARWANI, ST; Ketua TPK PNPM-MP Desa Seppang memberikan bimbingan/konsultasi pembuatan buku kas

KETUA TPK (MARWANI,ST)

KETUA TPK (MARWANI,ST)
Memberikan konsultasi/Bimbingan pembuatan buku kas KSPP BAJIMINASA

ASFIADI, ST; FASILITATOR TEKNIK PNPM-MP KEC. UJUNG LOE KAB. BULUKUMBA

ASFIADI, ST; FASILITATOR TEKNIK PNPM-MP  KEC. UJUNG LOE KAB. BULUKUMBA
SELESAI MENGAUDIT LAPORAN KEUANGAN TPK DESA SEPPANG

MD Khusus untuk merevisi anggaran (29 Jan 2011)

MD Khusus  untuk merevisi anggaran (29 Jan 2011)
Bersama masyarakat Kamp. Bodo

MD Khusus, 29 Jan 2011

MD Khusus, 29 Jan 2011
Dari kanan ke kiri [Asfiadi, ST(FT); A. Fatawari (PL); Syamsul (BPD Ds. Seppang); Ambo Sakka (Kadus Tanah Cellae); Drs. Muh. Bakri (Kades Seppang)]

MD Khusus 29 Jan 2011

MD Khusus 29 Jan 2011
Masyarakat Kamp Bodo

Anggota KSPP BAJIMINASA

Anggota KSPP BAJIMINASA
dusun Batu Lo'e

UPK (Maskur Kurniawan), Ka. Badan Pengawas (Adjis), bersama Ket. TPK (Marwani, ST) & pengurus KSPP

UPK (Maskur Kurniawan), Ka. Badan Pengawas (Adjis), bersama Ket.  TPK (Marwani, ST) & pengurus KSPP
Selesai mengaudit buku Kas KSPP

Bendahara TPK (Nimrawati)

Bendahara TPK (Nimrawati)
sedang memeriksa tinggi dan lebar lubang decker

Minggu, 06 Februari 2011

GERAKAN PEMBERDAYAAN BUKAN POLITIK, TAPI MIRIP

Oleh: Marwani, ST [Ketua TPK PNPM – MP

(Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan)

Desa Seppang Kec. Ujung Loe

Pemberdayaan merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat, disebabkan oleh ketidakberdayaan mereka mengelola sumber daya alam lokal, untuk mengembangkan potensi diri untuk menjadi masyarakat terampil, peluangnya sangat kecil dan terbatas, jika elemen pemerintah dan legislator tidak menjembatani hal itu. Pembangunan untuk mensejahterakan masyarakat adalah cita-cita bersama, namun tidak bisa kita pungkiri bahwa diselah-selah gerakan pemberdayaan juga ada kekisruhan yang disebabkan oleh bias-bias politik. Penyadaran masyarakat terhadap pemberdayaan kurang mengakar sementara waktu jedah pilkada sangat sempit (artinya dari pemilu legislatif ke pemilu Presiden lalu ke Pilkada tingkat I dan II kemudian ke Pilkades itu tidak memberikan limit waktu yang lama). Dengan fenomena ini, masyarakat memahami bahwa siapapun yang datang melakukan gerakan pemberdayaan itu sangat terkait atau tidak terpisahkan dengan namanya politik untuk mendapatkan kekuasaan.

Masyarakat menjadi tumbal politik, manakalah masyarakat tidak sadar akan ketidakberdayaan mereka di dalam membangun potensi lokal wilayahnya. Begitu pula pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) sangat penting karena menjadi harapan bangsa ke depan. Proses pelibatan masyarakat dalam gerakan pemberdayaan menjadi salah satu jalan untuk mencetak generasi yang handal dan mampu eksis di tengah persaingan globalisasi dunia. Mentalitas generasi mudah Indonesia untuk tampil ditengah persaingan dunia yang sangat ketat masih diragukan, Minat masyarakat untuk terjun dalam gerakan pemberdayaan utamanya generasi mudah, masih sangat rendah.

Sebuah solusi yang kurang disadari oleh masyarakat bahwa gerakan pemberdayaan akan meyelesaikan sebagian agenda kemiskinan, Namun langkah awal yang perlu dibangun adalah kebersamaan dan kekompakan dengan masyarakat. Kegiatan-kegiataan pemberdayaan yaitu:

- Pembangunan Fisik

- Pembangunan Ekonomi

- Pembangunan Mental & pengembangan potensi SDM dan

- Bantuan Sosial

Manfaat kegiatan pemberdayaan bukan sesaat tapi berkelanjutan, oleh karena itu semua elemen dalam masyarakat harus menyadari pentingnya kelancaran kegiatan Pemberdayaan sehingga cepat pula dirasakan manfaatnya.

Proses pembelajaran yang bisa didapatkan dalam keterlibatan gerakan pemberdayaan, sangat ditentukan oleh pelaku (personil) gerakan. Oleh karena itu dituntut keseriusan dalam segala tahapan. Setiap tahapan ada hikmah yang dapat dipetik utamanya dalam proses pendewasaan.

Oleh karena itu bedanya antara gerakan Politik merebut kekuasaan dengan gerakan pemberdayaan, kalau politik merebut kekuasan hasilnya adalah menang kalah (ada pihak yang menang dan ada yang kalah) tapi kalau gerakan pemberdayaan yaitu tidak ada pihak yang kalah tapi semua menang, Kenapa penulis mengatakan demikian? Karena setiap langkah dalam melakukan kegiatan pemberdayaan adalah pembelajaran di luar bangku sekolah formal. Jadi Penulis memberikan istilah bahwa gerakan/kegiatan pemberdayaan merupakan sekolah alam. Pelaku gerakan pemberdayaan harus selalu berada dalam suasana belajar. Prinsip belajar “ gembira dan senang menerima pelajaran itu kunci sukses dalam belajar” Apapun yang dialami dalam sekolah alam ini merupakan proses pembelajaran. Contohnya, jika forum yang dihadiri oleh masyarakat, dan ternyata masyarakat mencacimaki/melecehkan pelaku gerakan pemberdayaan, maka itu adalah salah satu pelajaran berharga

Penerima manfaat sangat besar karena dilalui oleh petani berasal di luar Kampung tersebut , pedagang, dan memudahkan mengangkut hasil poertanian dan perkebunan. Namun ada riak-riak pelaksanaan kegiatan yang menegangkan karena adanya pertentangan antara masyarakat dan pelaku kegiatan.

Sesungguhnya harapan penulis, bagaimana agar yang menerima manfaat berterima kasih terhadap pelaku gerakan pemberdayaaan dan jangan mencacimaki lagi serta mendukung kegiatan selanjutnya.

Rabu, 02 Februari 2011

PROGRAM PNPM - MP

Semua bentuk kegiatan yang di danai oleh PNPM-MP merupakan kebutuhan masyarakat dan menjadi proses pemberdayaan.

Kamis, 27 Januari 2011

Kegiatan

Tahun pertama PNPM-MP Desa Seppang yaitu 2010 mendapatkan alokasi dana untuk kegiatan fisik dan Ekonomi. Kegiatan fisiknya yaitu Rabat beton jalan Bodo dusun Mattirowali'e dan dusun Tanah Cella'e. Sedangkan kegiatan Ekonomi yaitu KSPP 4 (empat) kelompok dengan anggota kelompok sebanyak 70 orang, dan dana tersebut mendapat nasabah baru setiap bulan dari setiap kelompok.